Drama Korea The Glory Part 2 (2023), Drama Korea Balas Dendam yang Sukses Raih Pujian dan Penghargaan

Judul: The Glory Part 2
Judul Asli: 더 글로리 (The Glory)
Judul Alternatif: The Glory 2
Tahun Rilis: 2023
Genre: Thriller, Balas Dendam, Drama, Psikologis
Rating IMDb: 8,1/10
Jumlah Episode: 16 Episode untuk keseluruhan serial, terbagi menjadi dua bagian
Penulis: Kim Eun-sook
Sutradara: Ahn Gil-ho
Pemeran Utama: Song Hye-kyo, Lee Do-hyun, Lim Ji-yeon, Park Sung-hoon
Pemeran Tambahan: Yum Hye-ran, Jung Sung-il, Cha Joo-young, Kim Hieora, Jung Ji-so, Shin Ye-eun, Kim Gun-woo, Lee Sa-ra, Park Yeon-jin

Drama Korea The Glory Part 2 menjadi salah satu kelanjutan drama Korea yang paling dinantikan pada 2023 karena membawa rencana balas dendam Moon Dong-eun menuju babak terakhir. Setelah Part 1 memperlihatkan luka masa lalu Dong-eun dan memperkenalkan orang-orang yang bertanggung jawab atas penderitaan yang dialaminya, bagian kedua menghadirkan konsekuensi dari rencana yang telah ia susun selama bertahun-tahun. Dong-eun tidak lagi hanya mengamati para pelaku dari kejauhan, tetapi mulai memainkan kelemahan masing-masing untuk menghancurkan kehidupan mereka dari dalam. Dengan Song Hye-kyo sebagai pemeran utama, drama ini mempertahankan atmosfer gelap dan penuh ketegangan sekaligus memperluas cerita mengenai trauma, keadilan, manipulasi, dan harga yang harus dibayar setelah seseorang melakukan kekerasan.

Kesuksesan The Glory Part 2 juga memperlihatkan bagaimana drama Korea mampu mengubah cerita balas dendam menjadi thriller psikologis yang tidak hanya mengandalkan adegan kekerasan. Serial ini lebih banyak menggunakan rahasia, hubungan antar karakter, konflik rumah tangga, perselingkuhan, status sosial, serta ambisi pribadi sebagai senjata. Dong-eun memahami bahwa menghancurkan seseorang tidak selalu harus dilakukan dengan kekerasan secara langsung. Ia justru membuat para pelaku saling membuka kelemahan dan menghancurkan diri mereka sendiri. Pendekatan tersebut membuat bagian kedua terasa sebagai permainan psikologis yang semakin intens ketika satu demi satu rahasia mulai terungkap.

Sinopsis The Glory Part 2
Cerita The Glory Part 2 melanjutkan perjuangan Moon Dong-eun setelah bertahun-tahun mempersiapkan balas dendam kepada lima orang yang pernah melakukan perundungan brutal terhadap dirinya ketika masih bersekolah. Pada masa SMA, Dong-eun menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh Park Yeon-jin dan kelompoknya, yang terdiri dari Jung Jae-joon, Lee Sa-ra, Choi Hye-jeong, dan Son Myeong-oh. Peristiwa tersebut menghancurkan masa remajanya dan meninggalkan luka fisik maupun psikologis yang sangat dalam. Namun, penderitaan tersebut justru membuat Dong-eun mempunyai satu tujuan utama dalam hidupnya, yaitu membuat semua orang yang bertanggung jawab atas kehancuran hidupnya merasakan akibat dari perbuatan mereka.

Setelah Part 1 memperlihatkan bagaimana Dong-eun mendekati para targetnya dan membangun berbagai hubungan yang dapat membantunya, Part 2 membawa rencana tersebut ke tahap yang lebih berbahaya. Dong-eun mulai memanfaatkan kelemahan setiap target dan menciptakan situasi yang membuat mereka tidak dapat lagi saling percaya. Park Yeon-jin, yang selama bertahun-tahun berhasil membangun citra sebagai perempuan sukses dengan kehidupan keluarga yang tampak sempurna, perlahan mulai kehilangan kendali atas rahasia yang selama ini disembunyikannya. Ketika berbagai fakta masa lalu muncul, kehidupan sosial, pernikahan, dan kariernya mulai berada dalam ancaman.

Di sisi lain, hubungan Dong-eun dengan Joo Yeo-jeong yang diperankan Lee Do-hyun juga berkembang menjadi bagian penting dalam cerita. Yeo-jeong mengetahui bahwa Dong-eun mempunyai rencana balas dendam dan secara perlahan memilih untuk mendukungnya. Hubungan keduanya tidak hanya menghadirkan unsur romansa, tetapi juga menjadi bagian dari proses Dong-eun dalam menghadapi trauma masa lalu. Yeo-jeong sendiri memiliki luka dan persoalan yang membuatnya memahami bahwa Dong-eun bukan satu-satunya orang yang hidup dengan rasa sakit yang belum terselesaikan.

Part 2 kemudian membawa cerita menuju titik ketika rencana Dong-eun mulai menghasilkan konsekuensi nyata. Orang-orang yang selama ini terlihat memiliki kehidupan sempurna mulai kehilangan sesuatu yang mereka anggap paling berharga. Persahabatan di antara kelompok pelaku perundungan mulai runtuh, rahasia pribadi terungkap, hubungan keluarga mengalami kehancuran, dan reputasi yang dibangun selama bertahun-tahun mulai menghilang. Dong-eun tidak hanya mengejar hukuman bagi para pelaku, tetapi juga memastikan mereka tidak lagi dapat bersembunyi di balik status sosial dan citra publik.

Moon Dong-eun dan Rencana Balas Dendam
Song Hye-kyo kembali sebagai Moon Dong-eun dan memberikan penampilan yang menjadi salah satu pusat perhatian dalam The Glory. Dong-eun bukan karakter yang secara emosional meledak-ledak ketika menjalankan rencananya. Sebaliknya, ia sering tampil tenang, dingin, dan sangat terkontrol. Sikap tersebut menjadi bagian penting dari karakter karena menunjukkan bahwa rencana balas dendamnya bukan keputusan spontan. Ia telah menghabiskan sebagian besar hidup dewasanya untuk mempersiapkan setiap langkah.

Dong-eun memahami karakter para pelaku perundungan dengan sangat baik. Ia mengetahui siapa yang memiliki masalah dalam rumah tangga, siapa yang takut kehilangan status sosial, siapa yang menyimpan rahasia, dan siapa yang mudah dimanipulasi. Karena itu, strategi Dong-eun tidak selalu berupa konfrontasi langsung. Ia lebih sering menciptakan kondisi yang membuat target-targetnya saling berhadapan. Ketika hubungan mereka mulai retak, Dong-eun hanya perlu memastikan bahwa konflik tersebut terus berkembang.

Perjalanan Dong-eun dalam Part 2 juga memperlihatkan sisi lain dari balas dendam. Setelah bertahun-tahun hidup hanya dengan satu tujuan, ia harus menghadapi pertanyaan mengenai kehidupan seperti apa yang akan dijalaninya setelah semua rencananya selesai. Hal tersebut membuat karakter Dong-eun menjadi lebih kompleks karena balas dendam bukan hanya mengenai menghukum orang lain, tetapi juga mengenai apakah dirinya mampu membangun kembali kehidupan setelah terbebas dari masa lalu.

Park Yeon-jin Menjadi Pusat Konflik
Lim Ji-yeon memerankan Park Yeon-jin, tokoh yang menjadi salah satu lawan utama Dong-eun. Yeon-jin merupakan sosok yang berhasil menjalani kehidupan dewasa dengan citra publik yang jauh berbeda dari masa lalunya. Ia memiliki karier sebagai pembawa acara cuaca, suami yang sukses, anak, dan kehidupan sosial yang terlihat sempurna. Namun, di balik semua itu terdapat rahasia mengenai masa remajanya yang dapat menghancurkan seluruh kehidupannya.

Part 2 memperlihatkan bagaimana Yeon-jin semakin terdesak ketika masa lalu mulai mengejarnya. Ia berusaha mempertahankan kehidupannya dengan berbagai cara, tetapi semakin keras ia berusaha menutup rahasia, semakin banyak pula masalah baru yang muncul. Dong-eun memahami bahwa reputasi merupakan salah satu hal yang paling penting bagi Yeon-jin sehingga ia menjadikan reputasi tersebut sebagai salah satu sasaran utama.

Penampilan Lim Ji-yeon mendapatkan perhatian luas karena berhasil membuat Yeon-jin menjadi karakter yang sangat mudah dibenci sekaligus menarik untuk diikuti. Ia tidak hanya memainkan sosok pelaku perundungan yang kejam, tetapi juga memperlihatkan seseorang yang terbiasa mendapatkan apa yang diinginkan dan panik ketika mulai kehilangan kendali. Perubahan tersebut menjadi salah satu aspek menarik dalam perkembangan konflik Part 2.

Peran Joo Yeo-jeong dalam Perjalanan Dong-eun
Lee Do-hyun memerankan Joo Yeo-jeong, seorang dokter yang memiliki hubungan emosional semakin dekat dengan Dong-eun. Yeo-jeong pada awalnya tampak seperti sosok yang dapat memberikan kehidupan baru bagi Dong-eun. Namun, seiring cerita berkembang, terungkap bahwa ia juga mempunyai pengalaman traumatis yang membentuk dirinya. Karena itu, hubungan antara Yeo-jeong dan Dong-eun bukan sekadar kisah cinta antara dua orang, melainkan pertemuan dua manusia yang sama-sama membawa luka.

Dalam Part 2, Yeo-jeong semakin terlibat dalam rencana Dong-eun. Ia mengetahui bahwa perempuan yang dicintainya sedang menjalankan sesuatu yang berbahaya dan mempunyai alasan yang sangat kuat untuk melakukannya. Alih-alih memaksanya melupakan masa lalu, Yeo-jeong memilih berada di sisinya. Kehadiran Yeo-jeong memberikan keseimbangan terhadap kehidupan Dong-eun karena untuk pertama kalinya ia mempunyai seseorang yang tidak melihatnya hanya sebagai korban.

Hubungan keduanya juga membuat cerita memiliki sisi emosional yang lebih kuat. Dong-eun yang selama bertahun-tahun hidup dengan kemarahan perlahan mempunyai kesempatan untuk membayangkan kehidupan yang berbeda. Namun, sebelum mencapai kehidupan tersebut, ia harus menyelesaikan rencana yang sudah dimulainya. Konflik antara keinginan untuk mendapatkan kebahagiaan dan dorongan untuk menyelesaikan balas dendam menjadi salah satu tema yang membuat Part 2 semakin menarik.

Para Pelaku Mulai Saling Menghancurkan
Salah satu aspek paling menarik dari The Glory Part 2 adalah bagaimana kelompok pelaku perundungan yang dahulu terlihat begitu kuat mulai kehilangan kekompakan. Park Yeon-jin, Jung Jae-joon, Lee Sa-ra, Choi Hye-jeong, dan Son Myeong-oh mempunyai kepentingan masing-masing. Selama mereka dapat mempertahankan rahasia bersama, mereka masih mempunyai kekuatan untuk melindungi satu sama lain. Namun, ketika rahasia tersebut mulai terbuka, hubungan mereka berubah menjadi pertarungan untuk menyelamatkan diri sendiri.

Jung Jae-joon yang diperankan Park Sung-hoon juga menjadi bagian penting dari konflik karena kehidupan pribadinya berkaitan dengan sejumlah rahasia yang memiliki konsekuensi besar. Ia merupakan sosok yang memiliki status sosial tinggi dan terbiasa menggunakan kekuasaan untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Namun, ketika rahasia mengenai masa lalu mulai terbuka, ia harus menghadapi konsekuensi yang tidak dapat diselesaikan hanya dengan uang atau pengaruh.

Sementara itu, karakter Lee Sa-ra, Choi Hye-jeong, dan Son Myeong-ho juga mempunyai kelemahan masing-masing. Dong-eun tidak perlu menghancurkan mereka dengan cara yang sama karena ia memahami bahwa setiap orang mempunyai titik paling rentan. Strategi tersebut membuat balas dendam dalam The Glory terasa seperti permainan catur, dengan setiap langkah dirancang untuk menghasilkan efek yang lebih besar pada langkah berikutnya.

Tema Trauma dan Dampak Perundungan
Di balik cerita balas dendam, The Glory sebenarnya berbicara cukup serius mengenai dampak perundungan terhadap korban. Dong-eun tidak pernah benar-benar dapat melupakan apa yang terjadi padanya. Luka yang ia alami bukan hanya berupa bekas kekerasan fisik, tetapi juga kehilangan masa muda, kesempatan pendidikan, rasa aman, dan kepercayaan terhadap orang lain. Bertahun-tahun kemudian, kehidupan dewasanya masih dipengaruhi oleh pengalaman tersebut.

Part 2 menunjukkan bahwa waktu tidak selalu menyembuhkan trauma secara otomatis. Dong-eun dapat membangun kehidupan baru, tetapi ingatan mengenai masa lalu tetap menjadi bagian dari dirinya. Balas dendam menjadi cara yang ia pilih untuk mendapatkan kembali kendali atas kehidupannya. Karena itu, cerita tidak hanya meminta penonton melihat tindakan Dong-eun sebagai sebuah rencana penghukuman, tetapi juga memahami mengapa seseorang dapat menghabiskan bertahun-tahun hidup dengan tujuan yang sangat spesifik.

Drama ini juga memperlihatkan bagaimana posisi sosial dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk lolos dari konsekuensi. Para pelaku perundungan berasal dari lingkungan yang memungkinkan mereka menyembunyikan tindakan masa lalu. Mereka mempunyai uang, keluarga, pekerjaan, atau status yang membuat orang lain cenderung mempercayai mereka. Dong-eun kemudian menggunakan struktur tersebut untuk melawan mereka dengan cara yang berbeda.

Pendapat dan Respons Media Internasional
The Glory Part 2 mendapatkan perhatian besar dari media internasional setelah dirilis di Netflix. Kesuksesan tersebut tidak hanya disebabkan oleh popularitas Song Hye-kyo, tetapi juga karena cerita balas dendamnya mampu menarik penonton dari berbagai negara. Media internasional menyoroti bagaimana serial ini menggabungkan thriller psikologis dengan drama karakter dan membuat konflik terasa semakin intens ketika rahasia para pelaku mulai terungkap.

The Guardian dalam ulasannya memberikan perhatian terhadap tema balas dendam dan kekerasan yang menjadi pusat cerita. Respons internasional terhadap serial ini secara umum melihat The Glory sebagai drama yang memiliki atmosfer gelap dan penulisan karakter yang kuat, meskipun beberapa ulasan juga menyoroti intensitas kekerasan serta tema yang cukup berat. Perhatian tersebut memperlihatkan bahwa cerita tentang perundungan dan pencarian keadilan dapat diterima oleh penonton internasional meskipun konteks sosialnya berasal dari Korea Selatan.

CNN juga menyoroti popularitas The Glory dan bagaimana drama tersebut menjadi salah satu produksi Korea yang banyak diperbincangkan secara global. Kisah Dong-eun menarik perhatian karena memiliki premis yang sederhana tetapi dikembangkan menjadi konflik yang kompleks. Alih-alih membuat karakter utama langsung menyerang orang-orang yang menyakitinya, serial tersebut memilih membangun rencana secara perlahan sehingga penonton dapat melihat bagaimana setiap langkah mempunyai konsekuensi.

Respons penonton internasional terhadap bagian kedua juga sangat kuat. Popularitas serial di berbagai negara memperlihatkan bahwa tema seperti perundungan, trauma, ketidakadilan, dan keinginan untuk mendapatkan kembali kendali atas kehidupan merupakan persoalan yang dapat dipahami lintas budaya. Meskipun karakter dan latar ceritanya berasal dari Korea Selatan, emosi yang dibawa oleh Dong-eun terasa universal bagi penonton yang pernah melihat atau mengalami ketidakadilan.

Penghargaan dan Pengakuan
Kesuksesan The Glory tidak hanya terlihat dari popularitasnya di layanan streaming, tetapi juga dari penghargaan yang diterima. Pada Baeksang Arts Awards ke-59, The Glory memenangkan penghargaan Best Drama, sementara Song Hye-kyo meraih Best Actress dan Lim Ji-yeon mendapatkan Best Supporting Actress. Pencapaian tersebut menjadi pengakuan penting terhadap kualitas keseluruhan serial sekaligus penampilan para pemain utamanya.

Kemenangan Song Hye-kyo menjadi salah satu sorotan terbesar karena perannya sebagai Moon Dong-eun berbeda dari sejumlah karakter romantis yang sebelumnya banyak diasosiasikan dengan dirinya. Dalam The Glory, ia memainkan perempuan yang memiliki trauma mendalam dan menghabiskan bertahun-tahun menyusun rencana balas dendam. Penampilan tersebut memperlihatkan sisi akting yang lebih gelap dan serius, sehingga mendapat respons positif dari kritikus maupun penonton.

Lim Ji-yeon juga mendapatkan pengakuan melalui perannya sebagai Park Yeon-jin. Karakter tersebut merupakan salah satu antagonis yang paling menonjol dalam drama Korea pada periode tersebut, dan penampilannya membuat Yeon-jin menjadi karakter yang sangat kuat dalam cerita. Penghargaan yang diterimanya semakin memperkuat keberhasilan The Glory dalam menghadirkan karakter antagonis yang kompleks dan meyakinkan.

Akhir dari Rencana Moon Dong-eun
Part 2 membawa Dong-eun semakin dekat dengan tujuan yang telah ia susun selama bertahun-tahun. Namun, cerita tidak sekadar menunjukkan bagaimana para pelaku mendapatkan hukuman. Bagian terakhir juga menjadi perjalanan emosional bagi Dong-eun sendiri karena setelah bertahun-tahun hidup dengan kemarahan, ia harus menentukan apa yang akan dilakukan setelah balas dendam selesai.

Pertanyaan tersebut menjadi penting karena seluruh identitas Dong-eun selama bertahun-tahun telah dibangun di sekitar satu tujuan. Ia meninggalkan banyak hal dalam kehidupannya untuk mempersiapkan rencana tersebut. Karena itu, kemenangan terhadap para pelaku tidak serta-merta berarti semua lukanya hilang. Dong-eun tetap harus belajar menjalani kehidupan setelah masa lalu tidak lagi menjadi satu-satunya alasan untuk bertahan.

Kehadiran Yeo-jeong memberikan kemungkinan baru bagi Dong-eun. Hubungan mereka tidak menghapus trauma yang dialami Dong-eun, tetapi memberikan gambaran bahwa kehidupan setelah trauma masih mungkin dibangun. Dengan cara tersebut, akhir cerita The Glory tidak hanya berbicara tentang hukuman terhadap para pelaku, tetapi juga tentang kesempatan korban untuk mendapatkan kembali masa depan yang sempat dirampas darinya.

Kesimpulan Penonton dan Penulis
The Glory Part 2 berhasil menyelesaikan kisah Moon Dong-eun dengan mempertahankan kekuatan utama yang telah dibangun sejak bagian pertama. Serial ini tidak menjadikan balas dendam sebagai rangkaian kekerasan tanpa arah, tetapi membangun konflik melalui manipulasi, rahasia, hubungan sosial, dan kelemahan psikologis para karakter. Dong-eun memahami bahwa para pelaku memiliki kehidupan yang dibangun di atas kebohongan dan citra sempurna, sehingga ia memilih meruntuhkan kehidupan tersebut secara perlahan.

Kekuatan drama juga terletak pada penampilan para pemainnya. Song Hye-kyo berhasil memberikan karakter Dong-eun dengan emosi yang tertahan tetapi tetap kuat, sementara Lee Do-hyun menghadirkan Yeo-jeong sebagai sosok yang memberikan sisi manusiawi dalam perjalanan sang tokoh utama. Lim Ji-yeon dan Park Sung-hoon juga memberikan penampilan yang kuat sebagai bagian dari kelompok antagonis yang akhirnya harus menghadapi konsekuensi dari masa lalu mereka.

Penghargaan Best Drama di Baeksang Arts Awards ke-59, kemenangan Song Hye-kyo sebagai Best Actress, serta penghargaan Lim Ji-yeon sebagai Best Supporting Actress menjadi bukti bahwa The Glory mendapatkan pengakuan besar di Korea Selatan. Di sisi lain, respons positif dari penonton dan media internasional menunjukkan bahwa cerita mengenai trauma, perundungan, balas dendam, dan pencarian keadilan mampu melampaui batas budaya.

Pada akhirnya, The Glory Part 2 bukan hanya cerita mengenai seorang perempuan yang ingin menghancurkan orang-orang yang pernah menyakitinya. Drama ini juga menjadi kisah mengenai bagaimana seseorang mencoba merebut kembali kendali atas kehidupannya setelah mengalami ketidakadilan yang begitu besar. Dong-eun mungkin memulai perjalanan dengan keinginan untuk membuat para pelaku menderita, tetapi pada akhirnya perjalanan tersebut juga menjadi usaha untuk membebaskan dirinya sendiri dari masa lalu. Itulah yang membuat The Glory tidak hanya menjadi drama balas dendam yang populer, tetapi juga salah satu thriller Korea yang paling banyak diperbincangkan pada 2023.

Penulis : Nur Diana Putri
Referensi : Film Korea Terbaru

✓ Link berhasil disalin

Previous
Next Post »
Blogger Academia Blog ini terdaftar sebagai Alumni Blogger Academia tahun 2015 dengan Nomor Induk Blogger NIB: 015182166, dan dinyatakan Lulus sebagai salahsatu dari 100 Web/Blog Terbaik Blogger Academia tahun 2015.

Mohon laporkan jika terjadi penyalahgunaan Blog dan atau terdapat pelanggaran terhadap konten/artikel yang terindikasi memuat unsur Pornografi, Perjudian dan Hal-hal berbau Sara.

Hormat kami,

Andi Akbar Muzfa, SH
Ketua Blogger Academia
Pimpinan Advokat dan Konsultan Hukum ABR & Partners