Rekor Dunia - Apa yang awalnya terlihat seperti ambisi untuk memiliki bentuk tubuh yang berbeda dari kebanyakan orang berubah menjadi perjalanan medis yang sangat berisiko bagi Sheyla Hershey. Perempuan kelahiran Brasil yang kemudian menetap di Texas, Amerika Serikat, itu pernah menjadi sorotan media internasional setelah mengklaim memiliki ukuran payudara 38 KKK, sebuah ukuran ekstrem yang membuat namanya disebut-sebut sebagai perempuan dengan payudara terbesar di dunia. Namun di balik angka tersebut terdapat cerita yang jauh lebih panjang: puluhan operasi plastik, perjalanan ke luar negeri demi mendapatkan implan berukuran sangat besar, infeksi berat setelah operasi, hingga keputusan dokter untuk mencopot implan yang menurut pemberitaan saat itu mengancam nyawanya.
Sheyla Hershey - Bukan satu atau dua kali operasi
Perjalanan Hershey untuk mendapatkan ukuran tubuh yang diinginkannya tidak terjadi dalam satu operasi. Menurut laporan CBS News pada 2010, ia telah menjalani puluhan operasi plastik sebelum mencapai ukuran 38 KKK yang kemudian membuat namanya terkenal di media internasional. DetikHealth pada tahun yang sama juga melaporkan bahwa Hershey telah menjalani sekitar 30 kali operasi untuk memperbesar payudaranya. Pada tahap tertentu, keinginannya bahkan sudah jauh melampaui ukuran yang lazim digunakan dalam prosedur pembesaran payudara.
Pada 2008, ukuran payudaranya dilaporkan berada di angka 34FFF setelah delapan operasi. Beberapa bulan kemudian, setelah kembali menjalani operasi di Brasil, ukurannya diberitakan meningkat menjadi 38 KKK. Perubahan tersebut menunjukkan betapa cepat ambisi Hershey berkembang. Ukuran yang sebelumnya sudah sangat besar ternyata belum membuatnya merasa cukup, sehingga ia terus mencari cara untuk menambah volumenya. The Times of India melaporkan bahwa setelah operasi pada Januari 2009 di Brasil, ukuran 38 KKK mulai dikaitkan dengan namanya dalam pemberitaan internasional.
Perjalanan Hershey untuk mendapatkan ukuran tubuh yang diinginkannya tidak terjadi dalam satu operasi. Menurut laporan CBS News pada 2010, ia telah menjalani puluhan operasi plastik sebelum mencapai ukuran 38 KKK yang kemudian membuat namanya terkenal di media internasional. DetikHealth pada tahun yang sama juga melaporkan bahwa Hershey telah menjalani sekitar 30 kali operasi untuk memperbesar payudaranya. Pada tahap tertentu, keinginannya bahkan sudah jauh melampaui ukuran yang lazim digunakan dalam prosedur pembesaran payudara.
Pada 2008, ukuran payudaranya dilaporkan berada di angka 34FFF setelah delapan operasi. Beberapa bulan kemudian, setelah kembali menjalani operasi di Brasil, ukurannya diberitakan meningkat menjadi 38 KKK. Perubahan tersebut menunjukkan betapa cepat ambisi Hershey berkembang. Ukuran yang sebelumnya sudah sangat besar ternyata belum membuatnya merasa cukup, sehingga ia terus mencari cara untuk menambah volumenya. The Times of India melaporkan bahwa setelah operasi pada Januari 2009 di Brasil, ukuran 38 KKK mulai dikaitkan dengan namanya dalam pemberitaan internasional.
Mengapa harus pergi ke Brasil?
Di sinilah kisah tersebut mulai menjadi semakin kontroversial. Ketika ingin meningkatkan ukuran implan, Hershey tidak dapat dengan mudah menemukan dokter di Amerika Serikat yang bersedia melakukan prosedur sesuai keinginannya. CBS News melaporkan bahwa ia akhirnya melakukan perjalanan ke Brasil untuk menjalani operasi karena prosedur dengan ukuran implan ekstrem tersebut tidak dilakukan oleh dokter yang bersedia mengoperasinya di Amerika Serikat. Dengan kata lain, ketika batas medis dan praktik setempat mulai menjadi penghalang, Hershey mencari tempat lain yang bersedia memenuhi keinginannya.
Bagi Hershey, keputusan tersebut bukan sekadar soal mengejar angka pada ukuran bra. Ia pernah mengatakan kepada media bahwa dirinya ingin terus terlihat lebih baik dan merasa bahwa setiap orang memiliki impian yang ingin diwujudkan. Pernyataan tersebut memperlihatkan bagaimana pembesaran payudara telah menjadi bagian penting dari citra dirinya, sampai-sampai ukuran yang bagi kebanyakan orang mungkin sudah dianggap sangat ekstrem justru belum menjadi titik akhir baginya.
Ukuran semakin besar, masalah mulai berdatangan
Masalah besar muncul setelah operasi pada 2010. Alih-alih mendapatkan hasil yang diharapkan, Hershey mengalami infeksi serius yang menyerang kedua payudaranya. CBS News melaporkan bahwa infeksi Staphylococcus muncul setelah operasi dan kemudian menyebar pada kedua sisi payudaranya. Kondisinya bahkan membuat dokter khawatir infeksi tersebut dapat masuk ke aliran darah dan menjadi ancaman terhadap keselamatan jiwanya.
Hershey sendiri menggambarkan kondisinya kepada media sebagai pengalaman yang sangat berat. Ia mengalami demam tinggi, rasa sakit dan kesulitan bernapas sehingga sebagian besar waktunya hanya dihabiskan di tempat tidur. Situasinya sudah jauh berbeda dari sekadar persoalan estetika. Tubuhnya kini sedang menghadapi komplikasi serius yang muncul setelah serangkaian prosedur kosmetik ekstrem.
Dalam laporan detikHealth, dokter yang menangani Hershey, Dr Shazia Gill, menjelaskan bahwa infeksi Staphylococcus dan Streptococcus merupakan salah satu risiko yang dapat terjadi pada implan payudara. Selain infeksi, ukuran payudara yang sangat besar juga dapat memberikan beban pada tubuh, termasuk menyebabkan nyeri atau cedera pada bagian punggung akibat berat yang harus ditopang tubuh.
Masalah besar muncul setelah operasi pada 2010. Alih-alih mendapatkan hasil yang diharapkan, Hershey mengalami infeksi serius yang menyerang kedua payudaranya. CBS News melaporkan bahwa infeksi Staphylococcus muncul setelah operasi dan kemudian menyebar pada kedua sisi payudaranya. Kondisinya bahkan membuat dokter khawatir infeksi tersebut dapat masuk ke aliran darah dan menjadi ancaman terhadap keselamatan jiwanya.
Hershey sendiri menggambarkan kondisinya kepada media sebagai pengalaman yang sangat berat. Ia mengalami demam tinggi, rasa sakit dan kesulitan bernapas sehingga sebagian besar waktunya hanya dihabiskan di tempat tidur. Situasinya sudah jauh berbeda dari sekadar persoalan estetika. Tubuhnya kini sedang menghadapi komplikasi serius yang muncul setelah serangkaian prosedur kosmetik ekstrem.
Dalam laporan detikHealth, dokter yang menangani Hershey, Dr Shazia Gill, menjelaskan bahwa infeksi Staphylococcus dan Streptococcus merupakan salah satu risiko yang dapat terjadi pada implan payudara. Selain infeksi, ukuran payudara yang sangat besar juga dapat memberikan beban pada tubuh, termasuk menyebabkan nyeri atau cedera pada bagian punggung akibat berat yang harus ditopang tubuh.
Dokter akhirnya harus memilih: implan atau nyawa
Selama berbulan-bulan, tim medis berusaha mengatasi infeksi tersebut tanpa langsung mencopot implan. Menurut laporan ANTARA, dokter melakukan beberapa prosedur untuk membantu mengalirkan area yang terinfeksi, sementara sistem khusus digunakan untuk mengeluarkan infeksi dari tubuh Hershey dan kondisinya terus dipantau oleh tim medis di Texas. Namun berbagai upaya tersebut akhirnya tidak cukup untuk mengatasi kerusakan dan infeksi yang terjadi.
Pada titik tersebut, pilihan yang tersisa menjadi sangat berat. Implan yang selama bertahun-tahun menjadi bagian dari identitas Hershey harus dikeluarkan demi menyelamatkan hidupnya. CBS News melaporkan bahwa setelah dua bulan menjalani proses pengeluaran nanah dan penanganan infeksi, Hershey akhirnya menyetujui pengangkatan implan. Keputusan itu sekaligus mengakhiri sementara ambisinya untuk mempertahankan ukuran payudara ekstrem yang selama ini membuatnya dikenal luas.
DetikHealth melaporkan bahwa operasi pengangkatan dilakukan di Richmond, Texas, dan dokter hanya mempertahankan sedikit jaringan yang tidak terinfeksi agar rekonstruksi dapat dilakukan pada masa mendatang. Kondisinya setelah operasi berubah drastis dibandingkan sebelumnya. Perempuan yang selama bertahun-tahun berusaha memperbesar payudaranya itu kini harus menjalani masa pemulihan dengan bentuk tubuh yang jauh lebih kecil.
"Saya memilih keluarga saya"
Di tengah kontroversi mengenai obsesinya terhadap ukuran tubuh, ada satu keputusan Hershey yang menunjukkan bahwa keselamatan akhirnya menjadi pertimbangan utama. Menjelang operasi pengangkatan implan, ia mengatakan kepada media bahwa dirinya memang menyukai payudara berukuran sangat besar, tetapi keluarga tetap menjadi prioritas. Ia mengaku memilih untuk mengecilkan ukuran secara drastis karena mencintai anak-anaknya dan ingin tetap dapat menjalani kehidupan bersama mereka.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu bagian paling manusiawi dari kisah yang selama ini lebih sering diberitakan karena angka dan ukuran ekstrem. Di balik ambisi untuk memecahkan rekor, Hershey ternyata harus berhadapan dengan pilihan yang sangat sederhana tetapi berat: mempertahankan sesuatu yang selama ini dianggap sebagai bagian dari identitas dirinya atau mengambil langkah yang dapat menyelamatkan hidupnya. Pada akhirnya, ia memilih keselamatan.
Di tengah kontroversi mengenai obsesinya terhadap ukuran tubuh, ada satu keputusan Hershey yang menunjukkan bahwa keselamatan akhirnya menjadi pertimbangan utama. Menjelang operasi pengangkatan implan, ia mengatakan kepada media bahwa dirinya memang menyukai payudara berukuran sangat besar, tetapi keluarga tetap menjadi prioritas. Ia mengaku memilih untuk mengecilkan ukuran secara drastis karena mencintai anak-anaknya dan ingin tetap dapat menjalani kehidupan bersama mereka.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu bagian paling manusiawi dari kisah yang selama ini lebih sering diberitakan karena angka dan ukuran ekstrem. Di balik ambisi untuk memecahkan rekor, Hershey ternyata harus berhadapan dengan pilihan yang sangat sederhana tetapi berat: mempertahankan sesuatu yang selama ini dianggap sebagai bagian dari identitas dirinya atau mengambil langkah yang dapat menyelamatkan hidupnya. Pada akhirnya, ia memilih keselamatan.
Tetapi kisahnya ternyata belum selesai
Jika pembaca mengira operasi pengangkatan tersebut menjadi akhir dari perjalanan Hershey, kisah berikutnya justru membuat ceritanya semakin mengejutkan. Setahun kemudian, DetikHealth kembali memberitakan bahwa Hershey berusaha mendapatkan kembali ukuran payudaranya setelah sebelumnya kehilangan implan akibat infeksi. Ia dilaporkan menjalani rekonstruksi dan kemudian menggunakan implan saline secara bertahap.
Dalam laporan tersebut, Hershey mengaku telah memasukkan sekitar 2.500 cc cairan saline pada tahap awal rekonstruksi sebelum meningkatkan volumenya secara bertahap. Ia kemudian mengatakan volumenya telah mencapai sekitar 4.300 cc dan kembali mengincar ukuran 38 KKK. Bahkan, target berikutnya disebut-sebut mencapai sekitar 5.500 cc atau ukuran 38 MMM.
Keputusan itu tentu mengundang perhatian karena terjadi setelah dirinya baru saja mengalami infeksi yang nyaris mengancam nyawa. Dokter dan orang-orang terdekatnya disebut khawatir bahwa trauma operasi sebelumnya dapat membuat masalah serupa kembali terjadi. Namun keinginan Hershey untuk mendapatkan kembali ukuran ekstrem tersebut ternyata masih sangat kuat.
Dokter di luar negeri ikut memperingatkan risikonya
Kekhawatiran mengenai ukuran implan yang ekstrem bukan hanya datang dari dokter yang menangani Hershey. Di RealSelf, sejumlah dokter bedah plastik bersertifikat pernah memberikan pendapat mengenai kasusnya. Dr Larry S. Nichter, misalnya, memperingatkan mengenai kemungkinan cedera akibat tarikan, peregangan jaringan yang berat dan dampak gravitasi dari berat implan. Dokter lain, Dr Luke J. Curtsinger, juga menjelaskan bahwa implan berukuran sangat besar dapat berhubungan dengan masalah punggung, leher dan bahu, serta peregangan kulit yang berat.
Dr Johnny Franco, MD, FACS, juga menekankan bahwa ukuran yang lebih besar tidak selalu berarti hasil yang lebih baik. Menurut penjelasannya yang dimuat RealSelf, kulit dapat meregang dan menipis, sementara jaringan parut serta jaringan di sekitar implan juga dapat menghadapi tekanan yang lebih besar. Dalam kondisi ekstrem, masalah tersebut dapat berkembang menjadi komplikasi yang membutuhkan tindakan medis lebih lanjut.
Pandangan para dokter tersebut memberikan konteks penting terhadap kisah Hershey. Yang terlihat dari luar mungkin hanya perubahan bentuk tubuh, tetapi di baliknya terdapat jaringan kulit, otot, saraf dan struktur tubuh lain yang harus menopang perubahan tersebut. Ketika ukuran terus ditingkatkan melampaui batas yang lazim, konsekuensinya tidak lagi sekadar soal penampilan.
Benarkah Sheyla Hershey pemegang rekor dunia?
Pertanyaan ini ternyata tidak sesederhana yang terlihat. Banyak pemberitaan pada periode 2009-2011 menyebut Hershey sebagai pemilik payudara terbesar di dunia dan mengaitkan ukuran 38 KKK dengan sebuah pengakuan rekor. DetikHealth, misalnya, menulis pada 2010 bahwa Hershey tercatat dalam Guinness Book of World Records pada 2009 dengan ukuran tersebut. Media internasional seperti CBS News juga memberitakan klaim Hershey mengenai status tersebut.
Namun CBS News memberikan keterangan yang lebih hati-hati. Media tersebut menulis bahwa Hershey mengklaim memiliki payudara terbesar di dunia berdasarkan apa yang disebutnya sebagai versi Brasil dari Guinness Book of World Records. Artinya, klaim tersebut sebaiknya tidak langsung diperlakukan sebagai bukti bahwa ia merupakan pemegang rekor Guinness resmi yang masih berlaku sampai sekarang.
Perbedaan tersebut penting karena istilah "rekor dunia" sering kali digunakan media untuk menggambarkan sebuah pencapaian yang sangat ekstrem, padahal status resmi sebuah rekor memerlukan standar pengukuran dan lembaga pencatat yang jelas. Karena itu, kisah Hershey lebih aman disebut sebagai klaim rekor yang diberitakan secara luas pada masanya, bukan sebagai kepastian bahwa ia masih memegang rekor resmi dunia saat ini.
Dari ambisi kecantikan menjadi pelajaran medis
Kisah Sheyla Hershey pada akhirnya bukan sekadar cerita mengenai seseorang yang ingin mempunyai payudara terbesar di dunia. Ini adalah kisah tentang bagaimana keinginan mengubah tubuh dapat berkembang menjadi rangkaian prosedur yang semakin ekstrem, bagaimana keputusan kosmetik dapat membawa risiko medis yang serius, dan bagaimana seseorang pada akhirnya harus menentukan batas antara ambisi pribadi dan keselamatan dirinya sendiri.
Yang membuat kisah ini terus menarik perhatian adalah kontradiksinya. Hershey pernah mencapai ukuran yang membuat namanya menjadi berita internasional, tetapi ukuran tersebut justru membawa komplikasi yang membuat implan harus dicopot. Ketika sebagian orang mungkin menganggap pengangkatan implan sebagai akhir perjalanan, Hershey kembali berusaha membangun kembali ukurannya melalui rekonstruksi dan implan saline.
Pada akhirnya, angka 38 KKK bukanlah bagian paling mengejutkan dari kisah tersebut. Yang jauh lebih mengejutkan adalah perjalanan di belakang angka itu: puluhan operasi, perjalanan ke Brasil demi mendapatkan prosedur yang diinginkan, infeksi berat yang mengancam nyawa, pengangkatan implan, lalu keinginan untuk kembali memperbesar tubuhnya. Kisah Sheyla Hershey menunjukkan bahwa di balik sebuah "rekor" yang terlihat sensasional, selalu ada manusia, keputusan dan risiko yang tidak terlihat dari sebuah foto.
Penulis : Rheinata Anggun
Referensi : Kumpulan Rekor Dunia

