Gokil! Ibu ini Pecahkan Rekor Dunia Lahirkan 69 Anak

Deretan Ibu dengan Anak Terbanyak di Dunia, Dari Rekor Abad ke-18 hingga Era Modern

Rekor Dunia
- Sejarah dunia mencatat sejumlah kisah luar biasa mengenai perempuan yang melahirkan anak dalam jumlah sangat banyak. Beberapa di antaranya bahkan masuk dalam catatan sejarah dan menjadi bahan penelitian para sejarawan maupun ahli demografi. Salah satu kisah yang paling sering dikutip berasal dari Rusia pada abad ke-18, ketika seorang perempuan yang dikenal sebagai "istri Feodor Vassilyev" disebut berhasil melahirkan total 69 anak dari 27 kali kehamilan. Catatan tersebut kemudian diakui oleh Guinness World Records sebagai jumlah anak terbanyak yang pernah dilahirkan oleh satu perempuan berdasarkan dokumen sejarah yang tersedia. Kisah ini terus menjadi perhatian publik dan kembali ramai dibahas di berbagai media internasional setiap kali muncul pembahasan mengenai rekor-rekor manusia paling unik di dunia, termasuk pada (14/03).

Menurut berbagai catatan sejarah, istri Feodor Vassilyev menjalani 27 kali kehamilan yang terdiri atas 16 kali kelahiran anak kembar, tujuh kali kelahiran anak kembar tiga, dan empat kali kelahiran anak kembar empat. Apabila seluruh catatan tersebut benar, maka jumlah keseluruhan anak yang lahir mencapai 69 orang. Meski demikian, sejumlah sejarawan modern mengakui bahwa dokumentasi medis pada abad ke-18 belum sebaik sekarang sehingga sebagian kalangan masih memperdebatkan tingkat akurasi seluruh data tersebut. Kendati demikian, hingga saat ini belum ada catatan lain yang mampu melampaui jumlah kelahiran tersebut berdasarkan dokumen sejarah yang tersedia. Kisah keluarga Vassilyev kembali menjadi pembahasan luas di sejumlah forum sejarah pada (08/11) ketika berbagai media mengulas kembali rekor-rekor dunia yang belum terpecahkan.

Sementara itu, dalam kategori era modern, nama Leontina Albina dari San Antonio, Chile, juga dikenal sebagai salah satu perempuan dengan jumlah anak terbanyak. Leontina mengaku telah melahirkan 64 anak sepanjang hidupnya. Namun, berdasarkan dokumen resmi yang berhasil diverifikasi pemerintah Chile, sebanyak 55 anak dapat dibuktikan keberadaannya melalui catatan administrasi. Klaim tersebut tetap menjadikan Leontina sebagai salah satu perempuan dengan jumlah keturunan terbesar di zaman modern. Menurut Dr. Sarah Stock, pakar kesehatan ibu dan janin dari University of Edinburgh, kehamilan berulang dalam jumlah yang sangat banyak merupakan kondisi yang sangat jarang terjadi pada era modern karena perkembangan layanan kesehatan, perencanaan keluarga, serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan reproduksi. Pernyataan tersebut pernah disampaikan dalam pembahasan mengenai kesehatan maternal yang dipublikasikan menjelang (21/06).

Nama lain yang juga menarik perhatian dunia adalah Livia Ionce, perempuan asal Rumania yang kemudian menetap di Kanada. Pada tahun 2008, Livia melahirkan anak ke-18 ketika usianya menginjak 44 tahun. Berbeda dengan banyak kasus lain yang melibatkan kelahiran kembar, seluruh anak pasangan Livia lahir secara alami satu per satu tanpa kelahiran kembar. Kondisi tersebut membuat kisah keluarganya banyak diberitakan media internasional karena dianggap sebagai salah satu keluarga terbesar di Kanada. Prof. Robert Winston, pakar fertilitas dari Imperial College London, menjelaskan bahwa kemampuan seorang perempuan untuk mengalami kehamilan berulang dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari kondisi kesehatan, usia reproduksi, faktor genetik, hingga akses terhadap pelayanan medis. Ia menilai setiap kehamilan memiliki risiko yang meningkat seiring bertambahnya usia maupun jumlah persalinan yang pernah dijalani seorang ibu. Penjelasan tersebut kembali menjadi rujukan berbagai media kesehatan pada (02/09).

Para ahli demografi menilai bahwa jumlah anak dalam satu keluarga telah mengalami perubahan besar dibandingkan beberapa abad lalu. Prof. Wolfgang Lutz, demografer dari International Institute for Applied Systems Analysis (IIASA), Austria, menjelaskan bahwa tren global menunjukkan angka kelahiran di sebagian besar negara terus mengalami penurunan karena dipengaruhi faktor pendidikan, urbanisasi, biaya hidup, serta meningkatnya partisipasi perempuan di dunia kerja. Oleh karena itu, kisah-kisah mengenai ibu yang melahirkan puluhan anak kini lebih banyak dipandang sebagai catatan sejarah yang luar biasa daripada sesuatu yang mungkin terjadi secara umum pada masa sekarang. Di Indonesia sendiri, perencanaan jumlah anak lebih banyak disesuaikan dengan kondisi kesehatan, kemampuan ekonomi, serta kesiapan orang tua dalam memberikan pendidikan dan pengasuhan yang optimal. Sementara itu, pertanyaan mengenai apakah seseorang ingin memiliki anak dalam jumlah yang sangat banyak tentu menjadi pilihan pribadi setiap keluarga, dengan mempertimbangkan aspek kesehatan, kesejahteraan, dan tanggung jawab jangka panjang terhadap setiap anak yang dilahirkan.

Tina Aprilia

✓ Link berhasil disalin

Previous
Next Post »
Blogger Academia Blog ini terdaftar sebagai Alumni Blogger Academia tahun 2015 dengan Nomor Induk Blogger NIB: 015182166, dan dinyatakan Lulus sebagai salahsatu dari 100 Web/Blog Terbaik Blogger Academia tahun 2015.

Mohon laporkan jika terjadi penyalahgunaan Blog dan atau terdapat pelanggaran terhadap konten/artikel yang terindikasi memuat unsur Pornografi, Perjudian dan Hal-hal berbau Sara.

Hormat kami,

Andi Akbar Muzfa, SH
Ketua Blogger Academia
Pimpinan Advokat dan Konsultan Hukum ABR & Partners